Sabtu, 23 Februari 2013

MACAM-MACAM MAJAS


1.  Hiperbola

Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.

Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

2.  Aliterasi

Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh : Keras-keras kena air lembut juga

3.  Metafora

Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang

mempunyai sifat sama.

Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita

4.  Personifikasi

Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.

Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting

5.  Litotes

Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri

Contoh : Mampirlah ke gubukku!

6.  Metonimia

Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang

sebagai pengganti nama diri.

Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

7.  Ironi

Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.

Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

8.  Sinisme

adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam

Contoh : Harum bener baumu pagi ini

9.  Simbolik

Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain

sebagai simbol atau perlambang. =

Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

10. Eufimisme

Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya

kesan yang tidak menyenangkan.

Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

11. Pleonasme

Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah

tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.

Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

12. Tautologi

Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-
kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan

13. Paradoks

Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.

Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.

14. Asosiasi atau Simile

Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan

keadaan yang dilukiskannya.

Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

15. Alegori

adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.

Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

16. Parabel

Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus.

Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar

17. Alusi

Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.

Contoh : Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

18. Sinekdoke
- Pars Pro Tato

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan.

Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya

- Totem Pro Parte

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian.

Contoh: Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau

19. Alusio

Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.

Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

20  Klimaks

Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama

semakin meningkat.

Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman

harapan.

21. Antiklimaks

Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin

menurun.

Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal

namanya

22. Paralelisme

Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.

Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang

MACAM-MACAM MAJAS


1.  Hiperbola

Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.

Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

2.  Aliterasi

Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh : Keras-keras kena air lembut juga

3.  Metafora

Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang

mempunyai sifat sama.

Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita

4.  Personifikasi

Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.

Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting

5.  Litotes

Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri

Contoh : Mampirlah ke gubukku!

6.  Metonimia

Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang

sebagai pengganti nama diri.

Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

7.  Ironi

Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.

Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

8.  Sinisme

adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam

Contoh : Harum bener baumu pagi ini

9.  Simbolik

Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain

sebagai simbol atau perlambang. =

Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

10. Eufimisme

Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya

kesan yang tidak menyenangkan.

Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

11. Pleonasme

Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah

tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.

Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

12. Tautologi

Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-
kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan

13. Paradoks

Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.

Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.

14. Asosiasi atau Simile

Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan

keadaan yang dilukiskannya.

Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

15. Alegori

adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.

Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

16. Parabel

Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus.

Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar

17. Alusi

Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.

Contoh : Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

18. Sinekdoke
- Pars Pro Tato

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan.

Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya

- Totem Pro Parte

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian.

Contoh: Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau

19. Alusio

Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.

Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

20  Klimaks

Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama

semakin meningkat.

Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman

harapan.

21. Antiklimaks

Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin

menurun.

Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal

namanya

22. Paralelisme

Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.

Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang

PUISI ANGKATAN 45, Balai Pustaka, Pujangga Baru


ANGKATAN 45

Wednesday, November 30th 2011. | Bahasa Indonesia

ANGKATAN 45

Angkatan 45 ini lahir dalam lingkungan yang sangat memprihatinkan  dan serba keras karena pada masa penjajahan Jepang.

Ciri-ciri angkatan 45 :

-          Pengaruh unsur sastra asing luas.

-          Terbuka.

-          Individualisme sastrawan menonjol, dinamis, dan kritis.

-          Isi lebih realis dan naturalis.

-          Ekspesif.

-          Penghematan kata dalam karya.

-          Karangan prosa berkurang, puisi berkembang.

-          Sarkasme dan sinisme

Pengarang dan karya angkatan 45 :

-          Deru campur debu (Chairil Anwar)

-          Suara (Toto Sudarto Bahtiar)

-          Dalam sajak (Sitor Situmorang)

-          Puntung Berasap (Usmar Ismail)

-          Tandus (S.Rukiah)

-          Pembebasan Pertama (Amal Hamxah)

ANGKATAN BALAI PUSTAKA

Balai pustaka merupakan titik tolak kesusastraan Indonesia..

Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka :

-          Menggunakan bahasa indonesia yang masih terpengaruh bahasa melayu.

-          Dipengaruhi kehidupan tradisi sastra daerah.

-          Persoalan yang di anggkat tentang adat, kedaerahan, dan kawin paksa.

-          Bersifat romantisme.

Contoh sastra Angkatan Balai Pustaka :

-          Azab dan sengsara (Merari siregar)

-          Salah pilih (Nur Sutan Iskandar)

-          Siti Nurbaya (Mara rusli)

-          Dua sejoli (M.Jassin)

-          Puisi Percikan Permenungan (Rustam Effendi)

-          Puspa Aneka (Yogi)

Angkatan Pujangga Baru

Angkatan Pujangga Baru adalah bapak dari sastra modern Indonesia..

Ciri-ciri Sastra Angkatan pujangga Baru :

-          Menggunakan bahasa undonesia.

-           Pengaruh barat mulai masuk dan berupaya melahirkan budaya nasional.

-          Menonjolkan nasionalisme, meterialisme, intelektualisme, individualisme, romantisme.

-          Menceritakan kehidupan masyarakat kota.

Ada dua kelompok jenis sastrawan Pujangga Baru yaitu :

Seni untuk seni.

Seni untuk rakyat.

Pengarang dan karyanya :

Armijn Pane :
Belenggu (1954)
Jiwa Berjiwa
Gamelan Djiwa – kumpulan sajak (1960)
Djinak-djinak Merpati – sandiwara (1950)
Kisah Antara Manusia – kumpulan cerpen (1953)

Sutan Takdir Alisjahbana :
Layar Terkembang (1948)
Tebaran Mega (1963)

Amir Hamzah :
Nyanyi Sunyi (1954)
Buah Rindu (1950)
Setanggi Timur (1939)

Muh Yamin :
Indonesia, Toempah Darahkoe! (1928)
Kalau Dewi Tara Sudah Berkata
Ken Arok dan Ken Dedes (1951)
Tanah Air

Sanusi Pane :
Pancaran Cinta (1926)
Puspa Mega (1971)
Madah Kelana (1931/1978)
Sandhyakala ning Majapahit (1971)
Kertadjaja (1971)

J.E.Tatengkeng :
Rindoe Dendam (1934)

Roestam Effendi :
Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan (1953)
Pertjikan Permenungan (1953)

Selasih :
Kalau Ta’ Oentoeng (1933)
Pengaruh Keadaan (1957)

DAN PENYAIR-PENYAIR ANGKATAN PUJANGGA BARU YANG LAIN

a. Asmara Hadi

Sajak-sajaknya penuh romantik dan kesedihan dan dalam sebagian sajaknya lagi terasa semangat perjuangan yang penuh keyakinan. Hal ini di ilhami luka jiwa yang disebabkan oleh kematian cintanya; seperti pada puisi ‘Kusangka Dulu‘, ‘Kuingat Padamu’

b. A. M. Thahir (A.M. Dg. Myala)

Sajak-sajaknya dimuat dalam ‘Pandji Poestaka’ majalah Indonesia dan lain-lain. Pada sajaknya ada kecendrungan kepada pelukisan kehidupan sehari-hari kaum buruh, misalnya dalam sajaknya yang berjudul ‘Buruh’.

c. M. R. Dajoh

Ia juga menaruh minat pada pelukisan kehidupan si kecil. Karyanya antara lain: ‘Syair Untuk A. S. I. B. (1935) dalam bahasa Belanda yang kemudian diterjemahkan lagi kedalam bahasa Indonesia.

d. Moehammad Zain Saidi (Mozasa)

Sajak-sajaknya hanya melukiskan kegembiraan menghadapi alam. Sajaknya sederhana namun didasari rasa cinta yang mesra, seperti dalam puisi yang berjudul: ‘Dikaki Gunung’.

e. A. Rivai (Yogi)

Pada tahun 1930 ia mengumumkan sekumpulan sajak dengan judul Gubahan dalam Sri Poestaka. Kumpulan sajaknya yang kedua berjudul ‘Puspa Aneka’ diterbitkanya sendiri yaitu pada tahun 1931.
Dari sajak-sajaknya akan tampak bahwa ia gemar akan teosofi dan terpengaruh oleh ajaran Krishnamurti.

Kecuali para penyair yang sudah disebut tadi dalam Poedjangga Baroe kita saksikan munculnya para penyair seperti Aoh K. Hadimadja, M. Taslim ‘Ali’ Bahrun Rangkuti, Maria Amin dan lain-lain yang perananya akan lebih penting pada kurun masa yang lebih kemudian

MENULIS POSTER MENULIS POSTER, IKLAN DAN SLOGAN

POSTER ADALAH PLAKAT YANG DIPASANG DITEMPAT UMUM BERUPA PENGUMUMAN ATAU IKLAN. POSTER ADALAH GAMBAR ATAU TULISAN DI ATAS KERTAS ATAU KAIN YANG DIPASANG DITEMPAT UMUM BERISI PEMBERIATAHUAN ISI DAN TUJUAN POSTER • BERISI IMBAUAN UNTUK MELAKUKAN SUATU KEGIATAN • BERISI LARANGAN UNTUK MENGHINDARI SUATU PERBUATAN • BERISI AJAKAN UNTUK MEMBELI SUATU BARANG ATAU MENGHADIRI ACARA TERTENTU TUJUAN PEMASANGAN POSTER • AGAR DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT • MASYARAKAT BISA MEMBELI APA YANG DIBUTUHKAN MASYARAKAT • UNTUK MEMPROMOSIKAN ATAU MEMPERKENALKAN SUATU BARANG BAHASA POSTER • SINGKAT , JELAS, DAN MEMILIKI DAYA PIKAT • KATA-KATA YANG DIPERGUNAKAN EFEKTIF, SUGESTIF, DAN MUDAH DIINGAT • EFEKTIF ARTINYA TIDAK MENGGUNAKAN KATA-KATA TIDAK BERMANFAAT • SUGESTIF ARTINYA MASYARAKAT TERGUGAH HATINYA UNTUK MEMBELI, MENGIKUTI ISI DAN TUJUAN POSTER • MUDAH DINGAT • BILA MENGGUNAKAN GAMBAR, HARUS JELAS, TIDAK MENCOLOK, DAN HARUS SESUAI DENGAN GAGASAN YANG DISAMPAIKAN CONTOH KATA-KATA UNTUK POSTER PEMASYARAKATAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAHASA ADALAH KEPRIBADIAN BAHASA JIWAKU CONTOH POSTER TENTANG KEWASPADAAN WABAH DEMAM BERDARAH AWAS DEMAM BERDAH KITA TUMPAS NYAMUK DEMAM BERDARAH IKLAN ADALAH PEMBERITAHUAN KEPADA MASYARAKAT TENTANG BARANG ATAU JASA YANG DIJUAL IKLAN DAPAT DIPASANG DITELEVISI, RADIO, MAJALAH, DAN SURAT KABAR BEDA IKLAN DAN POSTER IKLAN MEMENTINGKAN KATA POSTER MEMENTINGKAN GAMBAR JENIS IKLAN • ILKAN MINI / BARIS • IKLAN ARTIKEL • IKLAN SPONSOR • IKLAN PENAWARAN • IKLAN PENGUMUMAN • IKLAN PERMINTAAN • IKLAN UNDANGAN • IKLAN KELUARGA CONTOH IKLAN • IKLAN LOWONGAN PEKERJAAN • IKLAN PENGUMUMAN • IKLAN NIAGA • ILKALAN KELUARGA • IKLAN ARTIKEL SLOGAN ADALAH PERKATAAN ATAU KALIMAT PENDEK YANG MENARIK DAN MUDAH DIINGAT untuk memberitahukan/menjelaskan tujuan atau visi suatu ideologi golongan, organisasi politik, atau perusahaan.. BIASANYA DIPASANG DALAM RUANGAN, TEMPAT UMUM, ATAU TEMPAT STRTEGIS LAINNYA Contoh Slogan (1) Hidup berdampingan secara Damai (2) Menjalin Persatuan dan Kesatuan. (Slogan TVRI) (3) Berjuang dengan ikhlas (Slogan Depag) (4) Damai itu indah. (5) Selamatkan hutan kami. (6) Biarkan Kami Hidup.

POSTER IKLAN DAN SLOGAN

POSTER IKLAN DAN SLOGAN Poster Lembaran pengumuman atau iklan yang dipasang di tempat umum yang biasanya disertai gambar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Poster plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) dengan dan tulisan gambar yang mencolok. Pemasangan poster : Biasanya di tempat umum, seperti : terminal, stasiun, pasar, rumah sakit, dan sebagainya. Ditempelkan di dinding atau tembok. Dipasang di pinggir-pinggir jalan. Tujuannya : Agar sesuatu yang ada dalam poster itu dapat diketahui umum. Menjadikan masyarakat umum tertarik untuk membeli, memakai, atau mengikuti isi poster tersebut. Bahasa poster : 1. Singkat 2. Jelas 3. Efektif 4. Mudah dimengerti 5. Menarik perhatian pembaca. Prinsip penyusunan poster : 1. Kalimat dan gambar yang dipilih sesuai dengan tujuan penulisan poster. 2. Kalimat dalam poster bersifat mempengaruhi sehingga harus menggunakan kata yang menarik. 3. Kata-kata yang digunakan singkat dan padat agar orang lebih mudah mengingat dan mudah memahaminya dalam waktu yang singkat. 4. Dilengkapi dengan gambar agar dapat diketahui khalayak dengan cepat dan menarik. Gambar akan mendukung kalimat poster sehingga tidak perlu kalimat yang banyak gambar sudah mewakili poster. Berdasarkan isinya, poster dibagi menjadi : 1. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan dan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut. 2. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu. 3. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan. 4. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa. IKLAN Bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik. Tujuannya untuk mempengaruhi khalayak. Sasarannya masyarakat luas yang jumlahnya tak dapat ditentukan dan tinggalnya berpencar-pencar. Digunakan untuk menyampaikan gagasan, produk, atau jasa. Ditinjau dari isinya, suatu iklan harus : 1. Objektif dan jujur 2. Menarik 3. Singkat dan jelas 4. Tidak bertentangan dengan SARA. Dari segi bahasa, iklan harus : 1. Mudah dipahami 2. Mudah diingat 3. Persuasif / mempengaruhi 4. Menimbulkan kepenasaran masyarakat luas. Ciri-ciri iklan : 1. Informatif 2. Komunikatif 3. Bahasa singkat dan padat 4. Menarik Macam – Macam Iklan : • Iklan penawaran : Disusun dengan menggunakan kata-kata pilihan yang berkonotasi baik, memikat, dan sugestif. • Iklan pengumuman : Disusun untuk memberitahukan atau mengumumkan sesuatu kepada khayalak ramai. • Iklan reklame : Disusun dengan menggunakan media di tempat terbuka sehingga mudah dilihat khalayak ramai. Kalimat reklame biasanya memuji produk dengan semboyan dan bersifat sugestif. SLOGAN Perkataan atau kalimat yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi, golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Bersifat untuk membangkitkan semangat suatu prinsip hidup. Kalimat slogan : Singkat penuh makna Contoh : 1. Pemuda sehat, negara kuat. 2. Sekali merdeka, tetap merdeka. 3. Jagalah sehatmu sebelum sakitmu. 4. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. 5. Kelas bersih, hati jernih.

Sabtu, 28 April 2012

4 pilar persiba bantul absen di bulan mei

Pilar Utama Persiba ‘Cuti’ di Bulan Mei

18 komentar oleh REDSSA 27 April 2012

Keputusan PT LPIS yang tetap meneruskan kompetisi IPL, meski dengan konsekuensi tanpa kehadiran pemain bintang asli Indonsia, ternyata ditanggapi beragam oleh sejumlah klub peserta IPL. Dari manajemen Persiba Bantul, lewat wakil manajer tim, Bagus Nur Edi Wijaya, Sekretaris tim, Wikan Werdho Kisworo maupun sang pelatih, Sajuri Syahid, kompak menyuarakan rasa keberatannya. Baik Bagus serta Sajuri merasa khawatir, kekuatan Persiba Bantul akan sedikit melemah jika tanpa kehadiran Kapten Wahyu Wijiastanto, Kiper Wahyu Tri Nugroho, Wing Back Nopendi berikut Winger Slamet Nurcahyo.
“Meski berat, tapi kita akan maksimalkan kekuatan yang ada,” sebut Mister Koprol. Berat karena di bulan Mei ini anak asuhnya harus menjalani lanjutan IPL putaran kedua serta babak 16 Besar Piala Indonesia. Tanggal 5 Mei menghadapi PSM Makassar di SSA, kemudian 9 Mei menjamu Perseman Manokwari di SSA (Piala Indonesia leg 1), 19 Mei ‘Big Match’ kontra Semen Padang di SSA, 23 Mei bertandang ke Manokwari (leg 2 Piala Indonesia) dan terakhir ditunggu Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, 28 Mei 2012. Untuk itu, Sajuri Syahid, Albert Rusdiana beserta Benny Van Breukellen, mulai minggu ini secara dini menyiapkan Burhanuddin, Ahmad Taufik, Slamet Widodo, Johan Manaji dan Andi Setiawan.

Wikan menilai kompetisi bakal kurang kompetitif
Mengomentari pemberitahuan resmi dari Hendriyana selaku Head of Competition PT. LPIS, tentang tidak adanya penundaan kompetisi IPL, Wikan lebih melihat secara makro gelaran tersebut. “Kalau saya beranggapan, pertandingan IPL di bulan Mei akan kurang kompetitif. Pasalnya beberapa klub papan atas IPL akan ditinggalkan pemain lokal bintangnya,” papar Sekretaris kesayangan Idham Samawi ini. Wikan enggan menjawab pertanyaan admin, terkait ketidakhadiran bintang Persebaya, Andik Vermansyah di TC Timnas saat ini.
Untuk itu dirinya berharap, PSSI benar-benar melakukan koreksi kedepannya. “Tadi mereka (PT LPIS), saya dengar akan menyusun ulang semua program kompetisi dan Timnas. Pelatih Timnas tetap memberi kesempatan pemain untuk memperkuat klubnya, kecuali pas jatuh bersamaan pada tanggal pertandingan Timnas,” tambahnya. Artinya, tidak akan terulang kejadian seperti sekarang ini, dimana TC berlangsung lebih dari sebulan dan pemain tak bisa memperkuat klubnya.(sumber:paserbumi.com)